Tips Menjadi Markerter

Tips Menjadi Markerter

Dalam dunia online shop, saat ini familiar dengan istilah markerter. Markerter adalah sesorang yang menjual suatu produk yang dimiliki orang lain dengan kesepakatan tidak menaikan harga dan pengiriman akan dilakukan atas nama toko si pemilik barang. Markerter akan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi.

Namun, banyak yang mengeluh bahwa sistem markerter membuat si pelaku merugi karena pengiriman tidak langsung atas namanya sendiri seperti halnya dropship. Lalu bagaimana caranya agar markerter pun bisa berhasil?

  1. Carilah suplier yang amanah

Suplier yang amanah akan membantu markerter untuk mendapatkan penghasilan. Menyediakan segala fasilitas promo serta amanah dalam menjaga pelanggan markerter.

  1. Pahami akad dari awal

Misalnya berapa besaran fee per produk, kapan fee cair atau bagaimana mekanisme pengiriman, apakah ada kontak markerter di alamat pengiriman atau tidak.

  1. Lakukan promo yang intens

Markerter pun bisa berpenghasilan jika ditekuni dengan serius. Lakukanlah promo dengan fasilitas yang sudah disediakan

  1. Belajar

Biasanya suplier yang amanah, akan memberikan ilmu bagaimana caranya menjual. Karena itu pelajari dengan baik dan yang jelas praktekan.

  1. Yakin rezeki itu Allah yang mengatur

Yakinlah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita. Hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Niatkan dari awal bahwa kita berdagang untuk membantu orang yang lagi membutuhkan barang.

Setiap pekerjaan jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh, Insyaallah akan membuahkan hasil. Sudah banyak yang membuktikan, bahwa menjadi markerter pun bisa berpenghasilan jutaan rupiah walau hanya dari rumah. Good luck.

 

Tips Membangun Tim Penjualan

Tips Membangun Tim Penjualan

Pada ulasan sebelumnya, kita telah mengetahui mengapa Penting Memiliki Tim Penjualan. Lalu langkah selanjutnya adalah, bagaimana kita bisa membangun sebuah tim penjualan yang solid dan dapat berkembang. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa tidak mudah membangun sebuah tim penjualan yang solid. Akan banyak rintangan yang akan dihadapi.

Berikut tips membangun tim penjualan

  1. Tentukan syarat dan ketentuan yang ringan dan memudahkan agar siapa saja bisa bergabung menjadi bagian dari tim penjualan kita. Karena jika syarat yang kita tetapkan terlalu berat, maka orang akan berpikir ribuan kali untuk bergabung menjadi tim penjualan kita.
  2. Tentukan standar kerja dari tim penjualan seperti target harian, bulanan, berapa kali harus promosi dalam sehari, atau bagaimana jika target tidak tercapai. Ketentuan ini harus sudah kita punyai agar ketika ada masalah dilapangan, kita sudah mempunyai standar baku dalam memutuskan.
  3. Bekali tim penjualan dengan ilmu marketing. Ilmu marketing menjadi hal penting saat ini karena untuk dapat menjual apalagi secara online dibutuhkan keahlian atau seni dalam berpromosi dan merangkai kata agar dapat menarik calon konsumen.
  4. Berikan fasilitas penjualan yang lengkap, seperti bahan-bahan promosi yang siap pakai seperti foto produk. Hal ini dapat memudahkan tim penjualan dalam berpromosi sehingga mereka merasa dipermudah pekerjaannya.
  5. Berikan reward jika tim penjualan mencapai target tertentu setiap bulannya. Hal ini akan memacu tim penjualan untuk bekerja lebih giat lagi.

Membangun tim penjualan memang tidak mudah, karena kita sebagai owner harus memiliki ilmu dan perencanaan. Karena itu bekali diri kita dengan ilmu mengelola tim penjualan dan marketing.

Pentingkah Tim Penjualan?

Pentingkah Tim Penjualan?

Tim penjualan disini bisa dimaksudkan adalah orang-orang yang akan membantu kita dalam menyebarluaskan produk yang kita miliki. Bisa jadi mereka adalah distributor, agen, reseller bahkan markerter. Mengapa tim penjualan sangat dibutuhkan dalam membantu memasarkan produk yang kita miliki?  Dalam bisnis, baik online maupun offline, perluasan wilayah penjualan menjadi hal yang harus kita lakukan agar usaha kita berkembang. Dengan mempunyai tim penjualan, target untuk menyebarkan produk ke wilayah lain yang tidak terjangkau oleh kita probadi bisa terpenuhi.

Bagaimana dengan keuntungan? Bukankah dengan tim penjualan keuntungan yang kita peroleh semakin kecil. Jika dilihat secara kasar memang benar, karena keuntungan per produk akan menjadi lebih kecil. Karena kita harus berbagi keuntungan dengan tim penjualan yang kita miliki. Namun, disisi lain, perputaran produk akan lebih cepat.

Perhitungannya seperti ini, jika kita melakukan penjualan sendiri, misalkan dalam sehari dapat menjual 10 buah dengan keuntungan per produk Rp. 10.000,-, maka dalam sehari kita mendapat keuntungan Rp. 50.000. Jika kita menggunakan tim penjualan sebanyak 10 orang, dengan keuntungan produk Rp. 5000 dan dalam sehari setiap tim penjualan mampu menjual 10 buah produk. Artinya produk yang terjual menjadi 100 buah, dan keuntungan yang kita peroleh menjadi Rp. 500.000,- per hari.

Berarti dengan adanya tim penjualan, akan membuat perputaran produk lebih cepat dan hasil yang diperoleh secara global lebih besar walaupun keuntungan per produk lebih keci. Dan ini membuat kita lebih mudah dalam menghabiskan stok yang kita punya. Selain itu dengan memiliki tim penjualan, kita bisa berbagi manfaat dan membantu orang lain untuk memiliki penghasilan.